Selasa, 20 Oktober 2009

MEMASANG SLOGAN YANG TEPAT

Kalau kita berkunjung ke suatu sekolah, apakah itu TK, SD, SMP atau SMA kita pasti melihat ada tempelan slogan atau kata-kata mutiara yang di pasang disana sini. Maksud dan tujuannya mungkin untuk memberi peringatan misalnya JAGALAH KEBERSIHAN atau memberi motivasi misalnya RAJIN PANGKAL PANDAI atau anjuran misalnya BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA dan sebagainya.

Namun sayangnya banyak ditemukan slogan atau kata mutiara yang tidak tepat sehingga malah mengganggu bagi yang membaca, juga mengurangi keindahan sekolah tersebut.
Ada dua jenis kalau dapat saya golongkan, yaitu yang pertama slogan atau tulisan yang seharusnya tidak perlu di tulis atau dipasang, misalnya GURU KENCING BERDIRI, MURID KENCING BERLARI. Coba apa maksud dan tujuan tulisan itu di pasang ?? Ga ada to.. Yang kedua yang sebenarnya perlu di tulis tetapi malah tidak di tulis, misalnya sekolah yang melarang siswanya membawa HP ( hand phone ) kenapa di pintu masuk tidak di tulis DILARANG MEMBAWA HP DI SEKOLAH, misalnya lagi sekolah yang melarang siswanya berpakaian selalu rapi dan lengkap seharusnya di pintu masuk sudah ada peringatan atau perintah yang menganjurkan semua siswa harus berpakaian rapi memasuki sekolah tersebut.
Sekarang kita lihat sudahkah sekolah kita memasang slogan dengan tepat????

Baca selengkapnya......

Senin, 05 Oktober 2009

PENERIMAAN CPNS 2009-2010

Tahun 2009-2010 beberapa lembaga dan departemen membuka seleksi penerimaan CPNS dan tenaga honor. Setiap lembaga dan departemen memiliki jadwal penerimaan tersendiri, dengan syarat-syarat yang berbeda pula. untuk lebih jelasnya klik saja disini



Baca selengkapnya......

Senin, 21 September 2009

TEKS LAGU INDONESIA RAYA DIPLESETKAN

Sebagai warga negara Indonesia yang sangat mencintai tanah airnya, jujur, tidak sombong, dan rajin menabung tentu hati saya panas melihat teks lagu kebangsaan kita diplesetkan, karena plesetannya itu juelek banget, sampai-sampai saya nggak mau ikut-ikutan ngelink atau ikut menyebarluaskan plesetan tersebut.

Tapi setelah tak bolak-balik pikiran saya sebagai warga negara yang baik, jujur, tidak sombong, dan rajin menabung tak ada salahnya kalau kita merenung dengan kondisi negara kita, lihat saja berapa juta kita mengirim tenaga kerja ke luar negeri hanya sebagai pembantu rumah tangga dengan perlindungan yang minim, sebagai buruh perkebunan dengan status yang tidak jelas, sementara jutaan hektar lahan kita tidak tergarap, lahan sejuta hektar di Kalimantan Tengah gagal. Sebagai warga negara yang baik, jujur, tidak sombong, dan rajin menabung tentu saya ikut prihatin juga. Belum lagi persoalan korupsi yang sudah menjadi bagian budaya kita, kolusi di semua sektor masih ada.
Makanya kita jangan asal marah saja, anggap saja itu kritik agar negara kita lebih baik, lebih maju, kalau kita malah mengibarkan bendera perang malah lebih susah kita, pembangunan dilupakan.
Mungkin yang membuat plesetan itu hanya segelintir manusia saja, yang tidak puas dengan kondisi di Indonesia, jangan dianggap itu ungkapan sekelompok manusia apalagi olok-olok negara tetangga. Berpikirlah yang positif , hiduplah Indonesia Raya.

Baca selengkapnya......

Kamis, 10 September 2009

Rebutan Kursi

Pengalaman mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah memang unik, ada-ada saja peristiwa lucu dan aneh. Ada yang menangis minta di tunggui orang tuanya, ada yang minta orang tuanya ikut masuk di kelas, ada juga yang memang sama sekali tidak mau masuk.

Peristiwa yang saya alami juga unik. Kebetulan anak saya masuknya terlambat ternyata kursi yang biasanya dipakai sudah diduduki anak lain, tentu saja anak saya nangis mau merebut kursinya. Otomatis orang tuanya ya repot, anak saya nangis yang satu juga nangis. Setelah semua bisa diatasi, kami bersama orang tua yang lain keluar ruangan, ada saja yang komentar eee... ternyata bukan hanya kursi DPR yang diperebutkan, di sekolah juga rebutan kursi.

Baca selengkapnya......

Selasa, 18 Agustus 2009

PELATIHAN WEB PORTAL DAN WEB SEKOLAH DI SMAN 2 KUALA KAPUAS

Hari ini kami bersama rekan-rekan dan sebagian siswa mengadakan pelatihan yang bertempat di SMAN 2 Kuala Kapuas. Pesertanya dari SMAN 2 Kuala Kapuas, SMKN 1 Kapuas, SMAN 3 Kapuas, dan SMPN 7 Kuala Kapuas. Penyajinya dari Bandung yaitu Bp. Nosfianra dan Bp. Yudi yang merupakan partner dari Dinas pendidikan Kalimantan Tengah.

Meskipun cuma dilaksanakan sehari namun wow.. modulnya tebel banget. Belum sempat baca satu-satu, soalnya ne lagi sesie browsing, ya saya pakai buat ngetik-ngetik daripada nonton rekan-rekan yang belum familier ( istilah Pak Nos ) dengan dunia browsing. Ne lagi pengenalan menu-menu di Internet Explorer.
Ah udah ja dulu, saya berharap pelatihan ini banyak sekali manfaatnya, terutama bagi yang masih belum familier tadi he he he .


Baca selengkapnya......

Minggu, 09 Agustus 2009

Liburan 5 : NGGORENG IKAN DI PANTAI TRISIK

Pantai Trisik, obyek wisata baru di wilayah Kecamatan Brosot, Kabupaten Kulon Progo. Seperti pantai-pantai yang lain di tempat ini kita dapat menikmati semilirnya angin laut dan deburan ombak pantai selatan. Kalau anda datang ke pantai ini sebaiknya tengah hari sekitar jam 12.00. Lho panas-panas kok kesana ?.

Ya, karena pada tengah hari nelayan kembali kedarat dengan membawa berbagai ikan. Nah saat itulah kita dapat memborong ikan yang masih segar langsung dari nelayan, yang uniknya disana tersedia jasa penggorengan ikan. Jadi setelah kita pilih ikannya terus kita suruh orang menggorengnya dan tinggal kita nikmati panas-panas, atau bisa juga kita bawa pulang. Sayangnya obyek wisata ini masih dalam tahap pengembangan, jadi belum lengkap fasilitasnya, kaya Parang Tritis misalnya.

Baca selengkapnya......

Liburan 6 : MAKAN MURAH DI TAMAN KYAI LANGGENG

Taman Kyai Langgeng termasuk wilayah Kab. Magelang, letaknya tidak terlalu jauh dari obyek wisata Candi Borobudur. Jadi kalau jalan-jalan wisata dari Jogya ke Borobudur langsung saja ke Kyai Langgeng. Tempatnya adem, bersih, rapi dan obyeknya komplit. Pas khan.. habis dari Borobudur yang panas trus menikmati alam yang sejuk dan makan siang yang enak dan yang penting murah.

Ada yang berkesan bagi saya ketika kami sedang jalan-jalan bersama keluarga menikmati suasana taman tiba-tiba didatangi seorang ibu yang membawa daftar menu makanan, padahal warungnya jauh lho. Kami baca daftar menunya bakso, kupat tahu, dan makanan lain rata-rata 4 ribu, minuman bermacam-macam rata-rata 2 ribu, murah banget untuk ukuran tempat wisata seperti ini. Masih diberi bonus ”digelarke” tikar gratis, mau dimana hayo. Sambil menikmati semilirnya angin di bawah pohon yang rindang makan kupat tahu, templeki bakwan, minume es dawet. Wallahh enak tenan. Jangan lupa kalau sudah sampai ke Borobudur harus mampir ke Kyai Langgeng.

Baca selengkapnya......

Sabtu, 01 Agustus 2009

Liburan 4 : PEMBERSIH KOTORAN KUDA DI PARANG TRITIS

Pantai Parang Tritis sangat terkenal, itulah alasannya waktu liburan kami ke sana. Padahal ya sama-sama laut selatan, tiap hari saya sudah ke pantai Glagah.
Tapi kondisinya sekarang lebih bersih dan lebih tertata rapi, bangunan-bangunan liar yang reot sudah di gusur dan diganti dengan bangunan yang lebih baik.

Kebersihan pantai juga selalu dipelihara, yang uniknya ada pemungut sampah khusus, yaitu kotoran kuda. Memang di tempat ini banyak kuda penarik andong wisata, dan ini merupakan keunikan dan daya tarik tersendiri.
Dalam hati saya bertanya untuk apa ya kotoran kuda itu setelah terkumpul, mungkin untuk membuat pupuk yang mutunya bagus.

Baca selengkapnya......

Kamis, 30 Juli 2009

Liburan 3 : BOTOL AIR SUCI SENDANG SONO

Ketika melewati plang Sendang Sono 5 km, kami jadi tertarik ingin kesana. Maklumlah meskipun satu kabupaten saya sampai setua ini belum pernah kesana, padahal tempat itu terkenal se Indonesia. Sekarang mau nyoba kesana, asalnya ragu juga soalnya saya bukan umat Katholik. Akhirnya sampai juga setelah muter-muter dan naik turun gunung.

Awalnya saya amati dulu orang-orang yang berkunjung kesana, mayoritas orang Tionghwa. Mereka beli bunga, lalu lilin terus naik, saya tidak beli bunga dan lilin tetapi terus saya ikuti saja mereka sampai tujuan di depan patung Bunda Maria, mereka berdoa kami cuma lihat dari kejauhan. Tiba saatnya mereka berfoto-foto, kamipun ikut naik dan berfoto. Dalam perjalanan kami kembali ke tempat parkir di kana kiri jalan banyak kios-kios berjualan cendera mata, ada salib ada patung, tapi yang menarik perhatian kami banyak dijual botol dari ukuran kecil sampai besar bertuliskan air suci Sendang Sono. Kami jadi ingat kawan yang beragama Katholik dan belum pernah ke tempat ini, ingin kami beli botol itu untuk kenangan tapi darimana dan bagaimana mendapatkan airnya, kami tidak tahu. Mosok di oleh-olehi botol kosong, akhirnya ga jadi kami beli.

Baca selengkapnya......

Liburan 2 : DITILANG POLISI SRANDAKAN

Pagi itu kami rencananya mau ke pantai Parang Tritis, dari Wates lewat Srandakan. Sudah 20 tahun kami tidak melewati jalan itu, banyak perubahannya, yang dulu lurus sekarang ada simpang tiganya, yang dulu simpang tiga jadi simpang empat, yang dulu jalan kecil jadi jalan besar, banyak sekali lampu merah. Sambil menghapal jalan bingung juga rasanya.

Hampir sampai di jembatan Srandakan ada rambu petunjuk warna hijau, saya lupa apa tulisannya yang jelas ada lurus dan ada simpang kanan, habis itu lampu merah. Orientasi saya mengatakan di depan itu simpang tiga, begitu lampu merah saya jalan teus, sekali lagi orientasi saya mengatakan lurus jalan terus karena ini kan simpang tiga. Tapi lewat beberapa puluh meter saya dengar bunyi peluit saya lirik ke kiri ee.. ternyata simpang empat ya sudah saya jelas salah. Saya pun tetap jalan santai pasrah lha wong salah. Di tilang bayar denda, seumur hidup baru kali ini saya kena tilang. Peristiwa itu justru menjadi kenangan paling membekas tak terlupakan.

Baca selengkapnya......

Selasa, 28 Juli 2009

Liburan 1 : DISUMPAHI BENCONG JALAN MATARAM

Saya lupa harinya, pokoknya waktu itu saya bermaksud mencari sepatu di Jl. Mataram yang katanya lengkap dan harganya miring.
Yang dicari-cari belum ketemu, malah ketemu bencong mengamen nadanya rada maksa. Maksud hati ingin ngasih tapi uang kecil di dompet tidak ada, saya ingat-ingat uangnya lima puluh ribuan semua, wah saya malah takut kalau dibawa kabur semua.

Makanya saya bilang ga punya uang ( saya katakan dalam hati ga punya uang kecil ). Tapi dasar bencong ( mungkin dia juga ga bisa dengar kata saya dalam hati ) e e.... saya disumpahi.
“ Uangnya dikasih saja di Bethesda atau Panti Rapih “ maksudnya nyumpahi saya biar celaka. Dalam hati saya cuma berdoa mudah-mudahan sumpahnya tidak jadi kenyataan. Akhirnya saya pulang selamat sampai di rumah. Esok harinya saya pergi ke Parang Tritis, ee... malah kena tilang di denda empat puluh ribu. Apa karena sumpahnya bencong kemarin itu apa ya.

Baca selengkapnya......

Senin, 08 Juni 2009

PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM KELUARGA

Perceraian di kalangan selebritis akhir-akhir ini menjadi trend, akhirnya masyarakat umum juga ikut-ikutan. Salah satu penyebab perceraian menurut para psikolog adalah kurangnya komunikasi antara suami dan istri, komunikasi yang ada masih kurang efektif.
Komunikasi yang buruk antara orang tua dengan anaknya juga memberi dampak kenakalan remaja dan perilaku menyimpang remaja lainnya. Di sekolah komunikasi antara guru dan murid serta orang tua murid yang kurang baik dapat menyebabkan kenakalan siswa di sekolah meningkat. Pendek kata komunikasi yang baik dan efektif itu sangat penting.

Menurut Balson (1999:218) dalam bukunya Becoming Better Parents: Menjadi Orang Tua yang Sukses, komunikasi yang efektif apabila orang yang mengungkapkan keprihatinan dan problem tahu bahwa pendengarnya memahami pesan yang sedang disampaikan.
Ini adalah cerita tentang sebuah keluarga yang meskipun sering ada konflik tetap bisa bahagia, berkat komunikasi yang baik. Diangkat dari sebuah kisah nyata, ini bukan sinetron dan bukan termehek-mehek. :-D
Pak Jalak dan Bu Kasur adalah keluarga sederhana, memiliki dua anak yang besar kelas IV dan yang kecil masih TK nol kecil. Pak Jalak adalah seorang PNS, ibu Kasur seorang ibu rumah tangga. Nama sebenarnya saya kurang tahu tapi karena kegemarannya memelihara burung jalak maka kawan-kawan akrabnya memanggil Pak Jalak, sedangkan istrinya entah kenapa dipanggil bu Kasur padahal badannya tidak gendut seperti kasur.
Pasangan suami istri ini memiliki kebiasaan unik yang sama yaitu mencatat segala sesuatu di balik kalender. Catatan Pak Jalak misalnya berisi tentang kapan dia harus mengganti oli motornya, tanggal berapa burung-burung jalaknya di beli, dsb. Sedangkan catatan Bu Kasur tentang sudah berapa kali bayar arisan, kapan pos yandu, kapan yasinan, dsb. Dengan kalender ini juga pasangan ini selalu mengungkapkan perasaannya di kala keduanya lagi ada konflik rumah tangga. Maklum lah pada saat genting seperti itu komunikasi lisan macet total. Burung-burung pak Jalak pun ikut jadi korban tidak di urus. Dan sepertinya dengan media balik kalender ini dalam dua atau tiga hari mereka akur kembali. Tapi yang terakhir ini sudah seminggu kok gak akur-akur ya. Konon konfliknya sih sederhana, hanya masalah rencana pemakaian gaji ke-13. Bu Kasur punya rencana sendiri sementara pak Jalak juga sudah punya rencana.
Berhubung media kalender belum mengalami kemajuan..... OO nanti dulu apa sih yang mereka tulis selama konflik. Pak, aku arisan sore ini tolong mandikan anak. Bu, saya pulang terlambat mau ke bengkel. Makanan sudah siap saya ke tempat mbah. Yaa. pokoknya gitu-gitu lah isinya.... :-p
Anaknya yang besar yang sering membaca. Karena media kalender belum ada kemajuan maka ada pihak mediator yang lain, dan tertulislah pesan, “ Malam ini ibu menunggu jam 10.00 di kamar”. Rupanya selama konflik pak Jalak selalu tidur di ruang keluarga depan TV.
Malamnya pak Jalak begitu gembira, meskipun matanya ngantuk tetap dia duduk di depan TV menunggu jam 10.00, padahal biasanya jam 9.00 semua sudah pada tidur. Malam ini semua juga sudah pada tidur kecuali pak Jalak.
Tepat jam 10.00 pak jalak masuk ke kamar, ternyata istrinya tidur pulas. Dengan pelan-pelan istrinya di bangunkan, istrinya terkejut, tapi belum sempat marah ..........sudah ........kena sensor. :-D
Pagi-pagi sekali bu Kasur sudah mandi lalu masak dan menyiapkan hidangan, oo iya..kebetulan hari Minggu, pak Jalak pun sudah asyik memandikan burungnya.
Pagi itu mereka asyik makan bersama anak-anaknya sambil ngobrol sampai lupa siapa yang menulis di balik kalender kemarin itu.

Baca selengkapnya......

Kamis, 04 Juni 2009

BONSAI SEBAGAI TANAMAN HIAS DI SEKOLAH


Siapa yang tidak senang jika teras atau jalan menuju ke ruangan kelas dihijaukan dengan tanaman hias. Tampak segar dan menyejukkan hati. Namun setelah libur beberapa hari tanaman layu, maklumlah selama libur nggak ada yang menyiram. Padahal tanaman yang biasa digunakan adalah tanaman yang mudah layu, sebut saja jenis sri rejeki atau jenis lain yang memerlukan penyiraman yang rutin. Selain itu perilaku siswa yang malas memelihara tanaman hias kadang juga membuat beberapa tanaman menjadi merana.
Sebenarnya dapat dicari alternatif tanaman lain yang cukup tahan terhadap kekeringan yaitu bonsai. Tanaman ini saya amati memang belum banyak digunakan sebagai penghias ruangan kelas atau lingkungan sekolah. Padahal bonsai memiliki beberapa keunggulan :
1. Tahan terhadap kekeringan, bonsai tahan tidak disiram selama seminggu.
2. Bisa di letakkan di teras atau di dalam ruangan.
3. Mudah pemeliharaannya.
4. Semakin lama bentuknya semakin artistik
5. Bisa berumur sampai puluhan tahun.
Melihat beberapa kelebihan bonsai tak ada salahnya jika kita coba menanam bonsai di sekolah, karena bakalan bonsai dapat dengan mudah di cari di sekitar kita. Yang paling mudah ditanam dan dibentuk adalah jenis beringin, terutama beringin karet.

Baca selengkapnya......

Rabu, 03 Juni 2009

TEHNIK MENGAJUKAN PERTANYAAN

Kegiatan bertanya merupakan kegiatan yang mendominasi proses belajar mengajar di dalam kelas. Menurut beberapa penelitian 30% kegiatan pembelajaran diisi dengan beberapa pertanyaan. Namun akhir-akhir ini tehnik bertanya yang baik tidak lagi dibahas dalam setiap pelatihan-pelatihan, berbeda pada tahun 90 an saat PKG masih jaya, tehnik bertanya merupakan materi wajib yang selalu disampaikan oleh instruktur.

Berikut ini beberapa yang masih saya ingat.
Agar pertanyaan yang disampaikan guru lebih efektif, maka harus diperhatikan hal-hal berikut :
1. Kehangatan dalam mengajukan pertanyaan. Pertanyaan harus disampaikan dengan intonasi suara yang antusias, dan wajah yang ekspresif, sehingga memancing perhatian siswa untuk menjawab.
2. Hindari kebiasaan mengulang-ulang pertanyaan, mengulang jawaban siswa, menjawab pertanyaan sendiri, memacing jawaban serentak, dan menunjuk seorang siswa lebih dulu untuk menjawab.
3. Memberi waktu untuk berpikir. Setiap pertanyaan yang diajukan jangan langsung diminta jawabannya, berikan waktu beberapa saat agar siswa berpikir.
4. Bila pertanyaan sama sekali tidak mendapat respon, maka tingkat kesulitan pertanyaan dapat diturunkan atau diberi sedikit petunjuk cara menjawab pertanyaan.
5. Apabila pertanyaan tidak terjawab oleh salah satu siswa yang ditunjuk, maka dapat diberikan pada siswa lainnya. Hal ini dapat memancing kesiapan dan perhatian siswa yang lain.
6. Berikan pertanyaan secara menyebar, jangan hanya diberikan pada kelompok tertentu. Misalnya kelompok yang pintar saja, atau kelompok yang kurang pintar dengan maksud supaya memperhatikan.
Mudah-mudahan beberapa yang saya ingat ini dapat kita terapkan.

Baca selengkapnya......

Sabtu, 23 Mei 2009

HATI-HATI MEMILIH TAMAN KANAK-KANAK

Tahun ajaran baru akan segera tiba. Ada yang naik kelas, ada yang lulus dan cari sekolah baru. Orang tua sibuk memilihkan sekolah untuk anak-anaknya, yang itu murah, yang ini disiplin, yang itu eskulnya bagus, yang ini kalo lulus dibantu :)
Ah bingung jadinya.

Dari beberapa orang tua yang saya temui terutama dari kalangan menengah ke bawah ternyata biaya atau uang sekolah menjadi pertimbangan yang utama. Saya banyak ditanya teman-teman yang mau memasukkan anaknya ke TK (Taman Kanak-Kanak). Rupanya memilih TK sudah sulit. Ada TK yang menawarkan biaya pendidikan Rp. 150.000,- per bulan, sementara yang lain hanya Rp. 25.000,-. Asumsi kita pasti yang mahal lebih bagus. Setelah saya cari informasi, ee.. ternyata sekolah yang mahal setiap hari minum susu dan dikasih makanan ringan, setiap hari Sabtu makan empat sehat lima sempurna, sedangkan sekolah yang murah hanya minum susu dan makan kue atau bubur kacang hijau saja, itupun sebulan hanya dua kali. Sedangkan proses belajarnya atau kegiatan apa saja yang diberikan di sekolah ternyata sama saja. Ooo.. jadi sekolah yang mahal itu cuma bagi-bagi makanan to..., saya kira untuk membeli alat-alat penunjang kegiatan sekolah. Saya lihat di TK yang baik itu kegiatannya banyak sekali lho... ada mewarna, menggambar, menempel, melipat, menggunting, wah...pokoknya seabreg-abreg, lha ini kok cuma makan-makan.
Makanya hati-hati memilih sekolah TK, karena disinilah anak kita akan diberi bekal awal untuk menempuh pendidikan selanjutnya. Seharusnya disini kreatifitas dan bakat anak dikembangkan, jangan hanya makan melulu. :p

Baca selengkapnya......

Selasa, 19 Mei 2009

PANDANGAN MATA BISA TERTIPU

Pandangan mata kita sering tertipu, makanya jangan keburu menilai seseorang setelah kita melihat penampilannya saja. Misalnya ada kawan yang lagi bikin rumah baru, rumahnya bagus, padahal sebenarnya rumahnya suram remang-remang.:)
Perhatikan dengan seksama contoh gambar-gambar yang mengecoh pandangan kita.

Apakah garis-garis ini sejajar

Ada berapa titik hitam pada gambar berikut

Mana yang lebih tinggi

Berapa banyak kaki gajah

Lihat titik hitam di tengah, gerakkan kepala anda ke muka ke belakang.Apa yang anda lihat dengan lingkaran itu.

Baca selengkapnya......

Minggu, 17 Mei 2009

LESTARIKAN BUDAYA DAYAK LEWAT KURIKULUM MUATAN LOKAL

Bahasa dan budaya Dayak terancam kepunahan. Anak-anak dari keluarga asli orang Dayak sebagian besar tidak lagi menggunakan bahasa Dayak sebagai bahasa sehari-hari, adat, tradisi dan budaya sudah dilupakan. Salah satu penyebabnya barangkali adalah karena tradisi itu berasal dari Hindu Kaharingan, sehingga setelah masyarakat banyak berpindah agama lain budaya leluhur itu banyak ditinggalkan.

Meskipun masalah ini sudah lama di respon Pemerintah Daerah, khususnya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Kalimantan Tengah, bahkan katanya sampai melibatkan para Damang Kepala Adat untuk turun langsung ke sekolah dan dengan mewajibkan bahasa Dayak Ngaju dimasukkan dalam pelajaran muatan lokal, namun nampaknya upaya ini belum maksimal.
Bahasa Dayak Ngaju baru dimasukkan pada kurikulum tingkat dasar saja, sementara adat, dan budaya yang lain tidak diperkenalkan. Padahal bisa saja pelajaran pengenalan adat dan budaya ini disampaikan bahkan kalau perlu dapat di masukkan pada kurikulum muatan lokal di tingkat SMA. Kenapa tidak, di Yogyakarta bahasa dan budaya Jawa di berikan sampai tingkat SMA.

Selain bahasa dan budaya masih ada lagi yang perlu dijaga kelestariannya yaitu arsitektur bangunan rumah betang. Banyak sekali bangunan baru yang di bangun tidak mencerminkan arsitektur Dayak, padahal bangunan tersebut merupakan bangunan yang ada kaitannya dengan budaya, sebut saja gedung pertemuan umum, kantor dinas pendidikan dan kebudayaan, dll.
Namun akhir-akhir ini mulai ada meskipun baru dalam bentuk asesoris bangunan saja misalnya bentuk-bentuk guci, atau telabang. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik.

Masih ada lagi yang perlu di angkat ke permukaan yaitu kuliner khas Dayak Kalimantan Tengah. Pak Bondan ( mak nyus ) mengatakan, “Sayangnya, saya belum pernah berkunjung ke Palangkaraya. Menurut kabar, di Palangkaraya terdapat beberapa rumah makan yang menyajikan masakan Dayak. Namun, karena orang Dayak suka makan babi, warung dan rumah makan Dayak di Palangkaraya dihindari kaum Muslim, sehingga kuliner Dayak semakin tidak dikenal secara umum”.
Pendapat itu benar, kapan ya... ada keberanian orang Kalteng yang membangun rumah makan khas Dayak dengan menghilangkan image menu babi, kalau ada pasti ”mak nyuuss....”

Baca selengkapnya......

Senin, 11 Mei 2009

BATARA GURU vs BATARA KALA


Batara Guru merupakan Dewa yang merajai kahyangan. Dia yang mengatur wahyu kepada para wayang, hadiah, dan ilmu-ilmu. Betara Guru (Manikmaya) diciptakan dari cahaya yang gemerlapan oleh Hyang Tunggal. Selain dikenal dalam kisah wayang, nama Batara Guru juga dikenal dalam mitologi Batak sebagai dewa yang tinggal di Banua Ginjang.

Batara Guru digambarkan sebagai sosok yang arif, mahkotanya berbentuk stupa sebagai simbol kebijaksanaan, kepalanya menunduk melambangkan kesederhanaan, matanya sipit tidak mau melihat hal-hal yang gemerlapan, meskipun tangannya empat tapi yang sepasang bersedekap dan terbuka merupakan simbol keterbukaan dan mengabdi sepenuh hati, dua tangan yang lain meskipun memegang senjata tapi diarahkan ke tanah merupakan simbol perdamaian, kakinya menghadap kiri dan kanan merupakan simbol keadilan.

Sedangkan Batara Kala adalah putera Dewa Siwa yang bergelar sebagai dewa penguasa waktu (kata kala berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya waktu). Dewa Kala sering disimbolkan sebagai rakshasa yang berwajah menyeramkan, hampir tidak menyerupai seorang Dewa. Batara Kala boleh memakan orang yang lahir pada hari "tumpek wayang" dan memakan orang yang jalan-jalan di tengah hari pada hari “tumpek wayang”.
Batara Kala digambarkan sebagai sosok menakutkan, mulutnya lebar dan giginya panjang merupakan simbol keserakahan, mahkotanya melingkar-lingkar sebagai simbol pola pikirnya berbelit-belit, matanya melotot apalagi kalau melihat duit, tangannya kekar yang satu siap menancapkan kukunya yang tajam merupakan simbol barang siapa yang menghalangi kehendaknya akan disingkirkan, tangan yang satunya jarinya menekuk ke atas seolah memberi kode merupakan simbol kebiasaan KKN, kedua kakinya melangkah ke depan merupakan simbol maju terus pantang mundur dalam meraih ambisinya.
Batara Kala juga merupakan sosok yang tidak jujur, nama aslinya saja disembunyikan, nama asli Batara Kala sebenarnya adalah Batara KApaLA.

Itulah filsafat yang terkandung pada sosok gambar wayang, menurut versi saya. Tentu saja masih banyak versi lain yang tentu berbeda, itu wajar. Cara menulis Batara saja ada dua versi, yaitu ada yang pakai B saja dan ada yang pakai Bh. Kalau saya sependapat dengan yang pakai B saja karena pada dasarnya dewa itu laki-laki.

Baca selengkapnya......

Kamis, 07 Mei 2009

MENGAJAR KONSEP PENJUMLAHAN BILANGAN NEGATIF

Operasi penjumlahan bilangan bulat negatif merupakan salah satu materi yang sulit di kuasai oleh siswa, padahal materi ini merupakan prasyarat beberapa pokok bahasan di tingkat selanjutnya. Konsep penjumlahan bilangan bulat negatif merupakan konsep dasar yang harus dikuasai siswa. Namun meskipun materi ini sudah diajarkan sejak SD, ternyata di tingkat SMP masih banyak yang belum menguasainya.

Bahkan di tingkat SMA masih ada saja yang bingung menghadapi masalah penjumlahan bilangan negatif ini. Saya pernah bertanya pada siswa berapa hasil -7 + 4, ternyata lebih dari separo bagian siswa di kelas menjawab salah, kesalahan terbanyak adalah siswa menjawab -11.
Kali ini akan saya ceritakan pengalaman saya mengajar anak SD dan SMP dengan metode yang kita pinjam dari pelajaran IPA yaitu muatan listrik. Kita tahu bahwa muatan listrik positif bertemu dengan negatif akan menjadi netral atau bisa dikatakan nol. Ini kita jadikan kesepakatan yang paling utama. Jadi kalau -4 bertemu +4 akan jadi nol.
Begini jelasnya, misalnya kita akan menghitung 6 – 7 , berarti positif 6 bertemu negatif 6 hasilnya nol, sisanya masih negatif 1, artinya hasilnya -1.
Perhatikan gambar berikut :

Contoh lain, -4 -3 hasilnya dapat dijelaskan dengan gambar berikut :

Mudah-mudahan penjelasan saya dapat dipahami dan menurut pengalaman saya metode ini cukup mudah dan efektif. Silakan dicoba.

Baca selengkapnya......

AKIBAT KURANG MENGUASAI TEHNIK BERTANYA

Ini pengalamanku waktu mengajar Matematika beberapa tahun yang lalu. Waktu itu saya sedang mengajar pada jam terakhir, siswanya ngantuk, gurunya lapar. Jadi saya pun maklum kalau banyak siswa yang kurang memperhatikan penjelasan saya, tapi yang paling menjengkelkan ada seorang siswa bernama Amat ( namanya saya ganti karena nama sebenarnya sudah lupa ), dari tadi saya perhatikan cuma ngobrol dengan teman-teman di sekelilingnya, padahal anak ini terkenal kurang pandai.

Namun karena sudah siang dan sayapun malas buang energi buat nasehatin ( bahasa halusnya marah ) dia, akhirnya saya diam saja. Tapi sebagai guru yang cukup berpengalaman naluri saya mengatakan, “ Nanti kamu kusuruh menjawab maju, kalau nggak bisa awas…….he….he…he…”.
Waktu yang kutunggu-tunggu datang juga. “ Ya, waktu habis, sekarang kita bahas bersama-sama”. Soal yang dikerjakan oleh siswa tadi kemudian dibahas bersama dengan metode tanya jawab. “ Ayo Amat, berapa jawabanmu...”. Amat terkejut dan gugup mungkin karena merasa bersalah dari tadi nggak memperhatikan. “ e...ee...36.Pak “. Mendengar jawaban itu gantian saya terkejut, karena jawaban si Amat benar sekali. “ Ya..ya..benar, tapi coba jelaskan darimana dapat 36 itu”. Sambil clingak-clinguk ke muka dan belakang Amat menjawab, “ Itu pak, dari si Yadi.....”. katanya lagi sambil menunjuk kawannya yang namanya Yadi.
Rasanya saya mau marah waktu itu, tapi lagi-lagi energi saya gak cukup buat marah apalagi waktu hampir saja berakhir. Sampai di rumah saya merenung, dan teringat waktu penataran dulu, mengenai tehnik bertanya. Apa mungkin ya pertanyaan saya tadi tidak tepat, atau memang pertanyaan saya salah.

Baca selengkapnya......