APAKAH SUDAH TEPAT JIKA TINGKAT KEPANDAIAN SEORANG SISWA DILIHAT DARI PERINGKAT BERDASARKAN JUMLAH NILAI RAPOT??

Bookmark and Share
Suatu hari saya bertemu dengan seorang ibu yang dengan bangganya bercerita pada ibu-ibu yang lain bahwa anaknya mendapat ranking pertama dan diajukan untuk memperoleh bea siswa prestasi. Tentu saja semua yang mendengarkan ceritanya terkagum-kagum dan dalam hati pasti berkata bahwa anak ibu tersebut sangat pintar.
Namun sebagai seorang guru dan menjadi wali kelas saya menjadi bingung dan bertanya dalam hati benarkah anak ibu itu benar-benar pandai?. Karena setiap kali saya menentukan peringkat seorang siswa berdasarkan jumlah nilai,saya sering terkejut karena siswa yang pintar ternyata rankingnya rendah. Ada apa ini ?

Coba anda amati dan perhatikan contoh kasus berikut:
dewita ( bukan nama sebenarnya ) memperoleh nilai rapot Pend. Agama 90, PPKn 75, B.Indonesia 75, B.Inggris 65, Matematika 60, Sejarah 70, Fisika 60, Kimia 60, Biologi 60, Seni budaya 90, Penjas 80, TIK 70, Mulok 80 sehingga jumlahnya 955.
Sedangkan Yunisa ( kalo ini nama sebenarnya ) memperoleh nilai Pend. Agama 80, PPKn 75, B.Indonesia 75, B.Inggris 65, Matematika 70, Sejarah 70, Fisika 75, Kimia 75, Biologi 80, Seni budaya 70, Penjas 70, TIK 70, Mulok 70 sehingga jumlahnya 945. Setelah saya ranking berdasarkan jumlah nilai ternyata Dewita berada pada peringkat pertama sedangkan Yunisa peringkat ke-empat. Peringkat pertama dan kedua diusulkan untuk mendapatkan bea siswa prestasi.
Kasihan si Yunisa, sebagai siswa kelas XI IPA 1 yang menguasai Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi ternyata divonis sebagai siswa yang tidak berprestasi.
Cerita diatas hanya contoh tetapi saya yakin, sebagai seorang guru hal ini sering terjadi dan sering kita temui. Ini menjadi tugas kita untuk mencari bagaimana cara menentukan peringkat yang seadil-adilnya. Juga menjadi tugas para pemerhati atau siapa saja yang terlibat langsung dalam menangani pendidikan.
Pada semua rekan guru mari kita mohon ampun pada Tuhan karena kita sering berbuat tidak adil, dan memberikan sesuatu pada yang tidak berhak pada anak didik kita.
Semoga dosa kita diampuni.

{ 2 comments... Views All / Send Comment! }

sikembar said...

kunjungan balik.
saya juga sering mengalami hal serupa. saya juga heran antara KTSP dengan kebutuhan lapangan. di KTSP gak ada ranking atau pnentuan ranking tidak jelas, sementara perguruan tinggi, beasiswa dan masyarakat masih memerlukan ranking.
gimana ya...

KNIGHT_REBORN7 said...

benar itu pak banyak diantara kita yang mengalami hal seperti itu. Sebaiknya perlu ditinjau kembali siswa yang nilainya meragukan dibanding kepribadian dan sikapnya. Mmmm. Blog ini bagus!Tingkatkan lagi pak!

Post a Comment

Please comment politely.