MUATAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Bookmark and Share
Apa yang kita bayangkan jika kita mendengar kata "muatan lokal"; ya tentu bahasa daerah, tarian daerah, atau lagu-lagu daerah, atau.... apa sajalah yang berbau daerah. Lalu bagaimana cara memasukkan ke dalam pelajaran matematika, apakah sebelum belajar kita nyanyikan lagu daerah dulu, ah... itu ekstrim atau salamnya menggunakan bahasa daerah? Ya... enggak lah.


Barang kali pengertian muatan lokal itu dulu yang kita coba bahas. Menurut saya lokal itu "setempat" atau sesuatu yang khas di daerah itu, atau kalau saya persempit sesuatu yang ada di sekitar anak didik dan barangkali tidak ada di tempat lain.
Pelajaran Matematika perlu diberi muatan lokal artinyaperlu dikaitkan dengan sesuatu yang ada di sekitar anak didik kita; supaya pelajaran Matematika terasa dekat dengan lingkungan mereka, tidak asing, dan menyatu dengan mereka. Mereka merasa memerlukan Matematika untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Kalau sudah demikian mereka akan mencintai dan merasa bergantung pada konsep-konsep yang ada dalam pelajaran Matematika, misalnya penjumlahan, perkalian, pembagian, menghitung luas daerah, mengukur berat suatu benda , dan sebagainya lah...
Coba anda bayangkan guru matematikanya dari Jawa, yang dibahas kereta api, tinggi monas, panjang jalan tol, populasi badak di Ujung Kulon, dll. Muridnya membayangkan saja sudah gak bisa, akhirnya Matematika terasa asing, ya.. malas belajar.
Pada rekan-rekan saya yang mengajar di SD atau SMP, ini penting karena pemahaman konsep-konsep Matematika yang abstrak perlu dibawa ke dunia nyata. ( Teorinya khan gitu sesuai perkembangan anak didik )
Saya berikan contoh, karena saya tinggal di Kapuas Kalteng ya.. saya ambil di lingkungan saya.
Pak Indung memancing ikan di sungai Kapuas. Ia memperoleh ikan pantik sebanyak 12 ekor dan ikan seluang 21 ekor dan kakapar 7 ekor, berapa jumlah ikan yang diperoleh pak Indung? ( itu untuk SD )
Seutas rotan yang panjangnya 2,5 meter akan dipakai untuk membuat bingkai sebuah ranjung yang diameternya 60 cm. Hitunglah panjang sisa rotan yang terbuang! ( untuk SMP )
Begitulah kira-kira muatan lokal dimasukkan dalam pembelajaran Matematika, intinya kaitkan setiap kegiatan dengan sesuatu yang sudah dekat dengan siswa, alat peraga juga harus diambil dan dibuat dari lingkungan kita, biji-bijian, buah, akar, daun, dsb. Seperti blog yang saya punya ini... ada muatan lokalnya.. "matematika itah"
Selamat berkomentar.

{ 3 comments... Views All / Send Comment! }

kangguru said...

wah pemikiran yang bagus pak, salut untuk membumikan matematika

ESPANSA Kulon Progo said...

salam dah sampai bu Dotik, makasih

Deni Kurniawan said...

Salam kenal juga, pak Guru.
Makasih.
Kunjungi juga http://ispi-banyumas.blogspot.com

Post a Comment

Please comment politely.